Senin, 14 Juni 2010

landasan psikologi dalam BK

LANDASAN PSIKOLOGI

Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan ( klien ).Untuk kepentingan bimbingan dan konseling, beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor adalah tentang :

1. MOTIF
Salah satu aspek psikis yang penting diketahui adalah motif,karena keberadaannya sangat berperan dalam tingkah laku individu.Pada dasarnya tidak ada tingkah laku yang tanpa motif,artinya setiap tingkah laku individu itu bermotif.Konselor perlu memahami motif klien dalam bertingkah laku agar dapat :
a. Mengukur motif (seperti belajar dan mengikuti kegiatan ekstra kulikuler)
b. Mengembangkan motif peserta didik yang tepat dalam berbagai aspek kegiatan yang positif,seperti belajar,bergaul dengan orang lain, dan mendalami nilai-nilai agama
c. Mendeteksi alasan atau latar belakang tingkah laku klien,sehingga memudahkan untuk membantu klien memecahkan masalahnya
A. Pengertian motif
1) Sartain mengartikan motif sebagai suatu keadaan yang komplek dalam organisme individu yang mengarahkan perilakunya kepada satu tujuan atau insentif
2) J. P. Chaplin mengemukakan, bahwa motif itu adalah satu kekuatan dalam diri individu yang melahirkan, memelihara dan mengarahkan perilaku kepada suatu tujuan
3) Sigmund freud berpendapat bahwa motif merupakan energi dasar (instink) yang mendorong tingkah laku individu. Instink ini oleh Sigmund Freud dibagi 2 yaitu :
a. Instink kehidupan atau instink seksual atau libido, yaitu dorongan untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan keturunan.
b. Instink yang mendorong perbuatan-perbuatan agresif atau yang menjurus kepada pengertian.
4) Abin syamsudin Makmun mengartikan motif sebagai suatu keadaan yang komplek dan kesiap sediaan dalam diri individu untuk bergerak kearah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.
B. Pengelompokan motif
1) motif primer
Motif primer disebut juga motif dasar atau biological drives ( karena berasal dari kebutuhan-kebutuhan biologis). Motif ini menunjukan kepada motif yang tidak dipelajari. Dengan kata lain motif ini bersifat naluriah(Instinktif). Motif primer meliputi :
a. Dorongan fisiologis, motif ini besumber pada kebutuhan organis yang meliputi
1) Dorongan untuk makan, minum dan bernafas
2) Dorongan untuk mengembangkan keturunan
3) Dorongan untuk beristirahat dan bergerak, dan sebagainya
b. Dorongan umum dan motif darurat
yang termasuk motif ini diantaranya meliputi :
1) Perasaan takut
2) Dorongan kasih sayang
3) Dorongan ingin tahu
4) Dorongan untuk melarikan diri
5) Dorongan untuk menyerang
6) Dorongan untuk berusaha
7) Dorongan untuk mengejar
2) Motif sekunder
Motif ini disebut juga motif yang diisaratkan secara social, karena manusia hidup dalam lingkungan social dengan sesama manusia sehingga motif ini disebut juga motif social.
Dalam perkembangannya motif ini dipengaruhi oleh tingkat peradaban, adat istiadat dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tempat individu itu berada. Kedalam golongan ini teramasuk, antar lain:
a. Dorongan untuk belajar ilmu pengetahuan
b. Dorongan untk mengejar suatu kedudukan
c. Dorongan berprestasi
d. motif-motif objektif (eksplorasi,manipulasi dan menaruh minat)
e. Dorongan ingin diterima, dihargai, persetujuan, merasa aman
f. Dorongan untuk dikenal
Pengelompokan motif berdasarkan atas jalaranya,dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Motif Instristik, yaitu motif yang tidak usah dirangsang dari luar, karena memang dalam diri individu sendiri telah ada dorongan itu.
2. Motif Ekstrinstik, yaitu motif yang disebabkan oleh pengaruh rangsangan luar.
Pengelompokan motif berdasarkan isi atau persangkutpautanya,yaitu;
1. Motif Jasmaniah, seperti: Refleks,instink, dan sebagainya
2. Motif Rohaniah, yaitu kemauan
Menurut Abraham Maslow, motif mempunyai hubungan berjenjang,artinya suatu motif timbul karena mempunyai jenjang yang paling rendah telah terpenuhi,yaitu sbb:
1. Kebutuhan biologis
2. Kebutuhan rasa aman
3. Kebutuhan social
4. Kebutuhan akan pemuasan harga diri
5. Kebutuhan aktualisasi diri
Usaha untuk membangkitkan atau memperkuat Motif
1. Menciptakan situasi kompetisi yang sehat
2. Adakan pacemaking yaitu usaha untuk merinci tujuan jangka panjang menjadi beberapa tujuan jangka pendek
3. Menginformasikan tujuan yang jelas
4. Memberikan ganjaran
5. Memberiakan kesempatan untuk sukses

a. Koflik
Konflik psikis, adalah suatu pertentangan batin,suatu kebimbangan, suatu keragu-raguan,motif mana yang akan diambilnya.
Sehubungan dengan hal itu konflik itu dapat dibedakan menjadi tiga jenis,yaitu :
1. Konflik mendekat-mendekat, yaitu kondisi psikis yang dialami individu, karena menghadapi dua motif positif yang sama kuat.
2. Konflik menjauh-menjauh, yaitu kondisi psikis yang dialami individu, karena menghadapi dua motif negative yang sama kuat.
3. Konflik mendekat menjauh, yaitu kondisi psikis yang dialami individu, karena menghadapi satu situasi mengandung motif positif dan motif ngatif yang sama kuat.
b. Frustasi
Frustasi dapat diartikan sebagai kekecewaan dalam diri individu yang disebabkan oleh tidak tercapainya suatu keinginan.
Sumber Frustasi menurut Sarlito Wirawan sarwono mengelompokanya menjadi tiga golongan yaitu sebagai berikut :
1. frustasi Lingkungan, Yaitu frustasi yang disebabkan oleh rintangan yang terdapat dalam lingkungan.
2. Frustasi pribadi, yaitu Frustasi yang timbul dari ketidakmampuan orang itu mencapai suatu tujuan.
3. Frustasi konflik,yaitu frustasi yang disebabkan oleh konflik dari berbagi motif dalam diri seseorang.
Cara-cara individu dalam mereaksi frustasi,diantarnya adalah seabagai berikut
1. Agresi Marah 7. Penekanan
2. Bertindak secara Eksplosif 8. Rasioanalisasi
3. Dengan cara introversi 9. Proyeksi
4. Persaan tak berdaya 10. Kompensasi
5. Kemunduran 11. Sublimasi
6. Fiksasi

3. .SIKAP
a. Pengertian Sikap, menurut :
1. Thurstone berpendapat bahwa sikap merupakan suatu tingkatan afeksi, baik bersifat positif maupun negative dalam hubunganya dengan objek-objek psikologis, seperti simbul, prase,slogan ,orang, lembaga, cita-cita dan gagasan.
2. Howard Kendler, berpendapat bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk mendekati atau menjauhi, atau melakukan sesuatu baik secra positif atau negative terhadap suatu lembaga, peristiwa, gagasan atau konsep.
3. Paul Massen dan David Krech, berpendapat bahwa sikap itu merupakan suatu system dari tiga komponen yaitu saling berhubungan, yaitu kognisi (pengenalan), Feeling (perasaan), action tendency (kecenderungan untuk bertindak)
4. Sarlito Wirawan Sarmono, mengemukakan bahwa sikap adalah kesiapan seseorang bertndak terhadap ha-hal tertentu.

4.FAKTOR-FAKTOR YANG MEPENGARUI
PERKEMBANGAN INDIVIDU
a. Hereditas (keturunan)
Hereditas merupakan factor pertama yang mempengarui perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (masa pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen.

Yang diturunkan orang tua kepada anak adalah sifat strukturnya, bukan tingkah laku yang diperoleh (hasil belajar atau pengalaman).penurunan sifat-sifat dari suatu generasi ke generasi berikutnya adalah melalui prinsip-prinsip berikut.
1. Reproduksi, yaitu bahwa penurunan sifat itu hanya berlangsung dengan melalui sel benih
2. Konformitas, yaitu penurunan sifat itu mengikuti pola dari jenis generasi sebelumnya, misalnya manusia menurunkan sifat manusia pada anaknya.
3. Variasi, yaitu bahwa proses penurunan sifat-sifat itu akan terjadi beraneka, antara kakak dengan adik akan terdapat perbedaan, meskipun berasal dari orang tua yang sama.
b. Lingkungan
Lingkungan adalah segala hal yang mempengarui individu sehingga individu itu terlibat/terpengaruh karenanya.
Urie Bronfrenbrenner & Ann Crouter mengemukakan bahwa lingkungan perkembangan individu merupakan berbagai peristiwa, situasi atau kondisi diluar organisme yang diduga mempengarui atau dipengarui oleh perkembngan individu.

5.MASALAH PERKEMBANGAN INDIVIDU
Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi ( prenatal ) sehingga akhir hayatnya, diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik, bahasa dan kognitif/kecerdasan, moral, dan sosial.
Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan berbagai rujukan, diantaranya :
(1) Teori dari McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu;
(2) Teori Freud tentang dorongan seksual;
(3) Teori dari Erickson tentang perkembangan psiko-sosial;
(4) Teori dari Piaget tentang perkembangan kognitif;
(5) Teori dari Kohlberg tentang perkembangan moral;
(6) Teori Zunker tentang perkembangan karier;
(7) Teori dari Buhler tentang perkembangan social; dan
(8) Teori dari havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masih bayi sampai dengan masa dewasa, seperti di bawah ini :
Masa bayi dan kanak-kanak ( 0-5 tahun )
- Belajar berjalan
- Belajar makan-makanan padat
- Belajar berbicara
- Belajar mengontrol pembuangan kotoran dari diri bsendiri
- Membedakan jenis kelamin
- Mencapai kematangan fisik
- Membentuk konsep-konsep sederhana mengenai realitas sosial fisik
- Belajar berhubungan secara emosional dengan orang tua, saudara, dll.
- Belajar memahami yang baik dan yang buruk
Masa anak-anak ( 6-11 tahun )
- Mempelajari ketrampilan fisik ( permainan )
- Membina sikap hidup sehat untuk diri sendiri dan lingkungan.
- Belajar bergaul dengan teman sebaya.
- Belajar menjalankan peranan sosial yang tidak tepat sesuai jenis kelamin
- Belajar ketrampilan dasar : membaca, menulis, dan berhitung.
- Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengembangkan kata hati, moral, dan nilai-nilai
- Mencapi kebebasan pribadi
- Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kolompok social dan lembaga social
Masa remaja ( 12-18 tahun )
- Mencapai hubungan-hubungan yang baru dan lebih matang debgan teman sebaya.
- Mencapai peranan sosial sebagai pria dan wanita
- Menerima kesatuan tubuh sebagaimana adanya dan digunakannya.
- Mencapai kemerdekaan emosional terhadap orang tua dan orang dewasa.
- Mencapai keadaan yang dimiliki jaminan untuk kemerdekaan ekonomi.
- Memilih dan mempersiapkan diri untuk pernikahan dan berkeluarga.
- Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan.
- Mengembangkan kemampuan intelektual dan konsep -konsep yang perlu untuk kehidupan sebagai warga negara.
- Mengembangkan hasrat dan mencapai kemampuan bertingkah laku yang dapat dipertimbangkan secara sosial.
- Menguasai seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman.
Masa dewasa awal
- Memilih pasangan hidup
- Belajar hidup dengan pasangan dalam ikatan perkawinan
- Memulai kehidupan berkeluarga
- Memelihara dan mendidik anak
- Mengelola rumah tangga
- Mulai menjalani karir tertentu
- Memikul tanggung jawab sebagai warga negara.
Dalam menjalankan tugasnya, konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individunya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan, serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan.

6. BELAJAR
Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi.Manusia belajar untuk hidup.Tanpa belajar, seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya, dan dengan belajar manusia mampu berbudaya dan mengembangkan harkat kemanusiaannya.Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu.Penguasaan yang baru itulah tujuan belajar dan pencapaian sesuatu yang baru itulah tanda-tanda perkembangan, baik dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik.Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar, baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan ataupun hasil belajar sebelumnya.
Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan, diantaranya :
(1) Teori belajar behaviorisme;
(2) Teori belajar kognitif atau teori pemrosesan informasi; dan
(3 ) Teori belajar gestalt.Dewasa ini mulai berkembang teori belajar alternative konstruktivisme

1 komentar: